BOLMORA.COM
BERITA BOLMONG RAYA

IPM Jadi Perhatian Serius Pemkab Bolmong

IPM menjadi pekerjaan rumah utama bagi pemerintah daerah

0 36

BOLMORA, BOLMONG – Masih minimnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bolmong, membuat Pemerintah Kabupaten harus lebih serius dalam menyusun program guna menaikan angka IPM yang saat ini masih berada posisi 13 dari 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara (Sulut).

Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, mengaku dirinya bersama Bupati Yasti Sopredjo Mokoagow, harus  putar otak untuk memaksimalkan berbaagai sektor agar dapat menyentuh penurunan angka IPM saat ini.

“Semua program telah disusun dalam RPJMD, terutama bidang-bidang  yang menyentuh langsung IPM. Sebab, IPM menjadi pekerjaan rumah utama bagi pemerintah daerah. Saya dan ibu bupati telah memprogramkan agar semua bidang dapat dimaksimalkan, sebagaimana janji dan visi misi kami sewaktu kampanye,” ujar Yanny, Kamis (7/9/2017).

Pada Rancangan Anggaran pendapatan dan belanja Daerah (RAPBD) tahun 2018, akan dianggarkan dana sebesar Rp1.042.541.394.445, diperuntukan pada 18 program prioritas yang diharapkan dapat menaikkan IPM di Bolmong.

“Anggaran tersebut terdiri dari belanja tidak langsung Rp616.724.235.610, dan belanja langsung Rp425.817.158.835, serta kebijakan penerimaan penerimaan daerah sebesar Rp18.746.776.887. Nah, dengan dana tersebut diharapkan  dapat menaikkan IPM di daerah kita,” imbuh Yanny.

Sebagaimana data di Badan Pusat Statistik (BPS), IPM tahun 2010 sebesar 62,57, tahun 2011 sebesar 63,16, tahun 2012 sebesar 63,78, tahun 2013 sebesar 64,16, tahun 2014sebesar  64,53, tahun 2015 sebesar 65,03 dan tahun 2016 sebesar 65,73.

Sementara untuk angka harapan hidup tahun 2016 sebesar 68,51, rata-rata lama sekolah 7,3 tahun, harapan lama sekolah 11,07 tahun dan pengeluaran Rp9.657. Empat komponen ini yang menjadi penilaian sehingga IPM Bolmong rendah.

Rata-rata lama sekolah warga yang hanya 7,3 tahun menggambarkan pendidikan warga Bolmong pada umumnya masih rendah. Banyak yang putus sekolah dan umumnya menjadi petani, buruh dan pekerja dengan upah lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Djafar Paputungan, mengakui kualitas pendidikan di Bolmong memang masih rendah. Sekarang saja, ada sekitar 1.8000 anak usia sekolah yang tak lagi mengenyam pendidikan.

“Memang, dana tahun lalu untuk program ini hanya sebesar Rp1,8 Miliar. Tahun depan rencananya naik jadi Rp2,8 Miliar. Makanya, anggaran dalam RAPBD 2018 akan digenjot untuk mnaikan IPM, terutama di bidang pendidikan,” jelas Djafar.(*/gnm)

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.