BOLMORA.COM
BERITA BOLMONG RAYA

Antisipasi Anthrax, Pemkab Bolmut “Tolak” Pengiriman Hewan Sapi Asal Gorontalo

Pemkab Bolmut harus melakukan upaya pencegahan masuknya penyakit antrhax yang berasal dari Gorontalo

0 165

BOLMORA, BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), terhitung mulai Rabu (30/8/2017) kemarin, secara resmi menyatakan untuk menolak pasokan hewan sapi yang berasal dari Provinsi Gorontalo. Hal ini menyusul adanya 25 ekor ternak sapi milik warga Dusun Tumbuo, Desa Tenilo, Kabupaten Gorontalo, yang dilaporkan mati mendadak baru-baru ini.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebuanan Kabupaten Bolmut, melalui Kepala Bidang Peternakan Zulkan Pohontu, kepada awak medi BOLMORA.COM menjelaskan pihaknya telah menerima surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, yang intinya bahwa Pemkab Bolmut harus melakukan upaya pencegahan masuknya penyakit antrhax yang berasal dari Gorontalo.

“Ada beberapa poin yang menjadi penegasan. Di antaranya, tidak menerima masuknya hewan khususnya sapi dari Gorontalo, tidak mengkonsumsi produk asal ternak khususnya sapi yang masuk, kemudian mewaspadai dan melaporkan bila menemukan gejala antrhax, serta melarang penyembelihan hewan dimaksud dan mengisolasi hewan penderita anrtaks,” ungkap Pohontu.

Sehingga itu, untuk mengantisipasi masuknya hewan sapi yang berasal dari Gorontalo, pihaknya telah membentuk tim yang disiagakan di wilayah lintasan ternak antar provinsi di perbatasan antara Sulut dan Gorontalo, tepatnya di Desa Tontulow, Kecamatan Pinogaluman.

“Karena kita di Sulut terbebas dari anthrax. Makanya wilayah perbatasan yang menjadi lintasan kendaraan yang mengangkut ternak kita periksa surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal, kemudian dilakukan desinfeksi ternak dan kendaraan yang membawa sapi, serta dilakukan bio security,” jelas Pohontu.

Dia juga mengaku telah menyurat ke pengusaha sapi potong dan para peternak agar tidak membeli sapi asal Gorontalo, karena pasokan sapi terbesar di Kabupaten Bolmut berasal dari daerah tetangga, yakni Gorontalo Utara. Selain itu, pihaknya juga telah menurunkan tim yang melibatkan dokter hewan untuk melakukan pengawasan sapi yang hendak akan dijadikan hewan kurban.

“Jadi sebelum disembelih, sapi kita perikssa dulu kesehatanya. Jika kita temukan ada sapi yang dicurigai terjangkit wabah anthrax, maka akan langsung diamankan untuk tidak didistribusi sebagai hewan kurban. Lokasi pemotonganya juga akan kita isolasi,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Bolmut Depri Pontoh, mengimbau kepada seluruh masyarakat Bolmut jika memutuskan untuk membeli sapi yang akan dijadikan hewan kurban agar berkoordinasi dengan instansi teknis.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, sebaiknya kita lebih waspada. Apalagi, daerah kita berada di wilayah perbatasan Gorontalo, yang terinformasi ada puluhan ekor sapi mati mendadak,” imbau bupati kedua pilihan rakyat Bolmut itu.(irf/gnm)

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.