BOLMORA.COM
BERITA BOLMONG RAYA

Oknum Pengusaha Asal Kotamobagu Diduga Dalang Pengrusakan Hutan Mangrove di Bolsel?

Kami hanya disewa untuk melakukan penebangan kayu ini. Katanya untuk dijadikan villa dan tempat rekreasi

0 397

BOLMORA, BOLSEL – Dugaan pengrusakkan hutan mangrove kembali terjadi. Untuk kali ini terjadi di Desa Deaga, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hasil penelusuran BOLMORA.COM di lokasi, dalang pengrusakan hutan mangrove tersebut disinyalir adalah salah satu oknum pengusaha asal Kota Kotamobagu berinisial JD.

“Kami hanya disewa untuk melakukan penebangan kayu ini. Katanya untuk dijadikan villa dan tempat rekreasi,” ungkap salah satu warga yang namanya tidak mau dipublis.

Bupati Kabupaten Bolsel Herson Mayulu, ketika dimintai tanggapannya soal pengrusakan hutan mangrove tersebut mengaku baru mengetahuinya.

“Pembabatan mangrove dengan berbagai alasan jelas melanggar undang-undang (UU). Pada UU Nomor: 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, di antaranya diatur larangan penebangan pohon di wilayah 130 kali jarak pasang laut terendah dan pasang laut tertinggi,” ujar Herson.

Dia pun meminta kepada pihak terkait, dalam hal ini penegak hukum untuk menindak tegas pengrusakan hutan mangrove tersebut.

“Ini harus diusut dan dipidanakan agar ada efek jera kepada orang yang mau merusak mangrove, terutama di wilayah Bolsel,” tegasnya.

Sebagai mana diketahui, larangan pembabatan pohon di pinggir laut atau mangrove tertuang dalam pasal 50 UU Kehutanan, dan diatur masalah pidananya pada pasal 78 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp5 Miliar.

Tim BOLMORA.COM

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.