BOLMORA.COM
BERITA BOLMONG RAYA

Dibubarkan Satpol-PP, Pedagang Ayam Curhat ke DPRD

0 18

BOLMORA, KOTAMOBAGU—Sejumlah pedagang ayam di Pasar Serasi, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu, Rabu (11/01/2017).

Dalam junjungan itu, mereka mengeluhkan sikap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang dinilai berlebihan dalam menertibkan aktivitas perdagangan di area pasar tersebut.

Para pedagang menilai, Satpol-PP hanya menertibkan atau membubarkan aktivitas jual beli para pedagang ayam tanpa memberi solusi.

“Kalau tak berjualan di situ, kami harus pindah kemana?. Tidak ada tempat yang disiapkan untuk kami untuk berdangan ayam,” sebut Rustam Nani, dihadapan personel komisi I dan komisi II yang saat itu menerima kunjungan mereka di gedung DDPRD Kota Kotamobagu.

Para pedagang juga menyayangkan sikap Satpol-PP yang terkesan pilih kasih dalam menertibkan pedagang. Sebab, ada pedagang lain yang sudah menggunakan trotoar dan bahu jalan, tapi tidak ditertibkan.

“Kenapa hanya kami pedagang ayam yang dipindahkan. Sementara yang lain masih tetap berjualan menggunakan bahu jalan dan trotoar tidak ditertibkan. Kalau untuk menegakkan Perda harusnya tidak pilih kasih,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, para pedagang meminta para wakil rakyat untuk mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini instansi terkait, untuk memfasilitasi tempat berjualan para pedagang ayam.

“Masalah ini sudah kami sampaikan kepada pak Herman Aray (Kepala Disperindag), tapi belum ada tindaklanjutnya. Untuk itu, kami harapkan bapak-bapak anggota dewan dapat mengeintervensi pemerintah agar menyiapkan tempat kami berjualan,” cetus Rustam.

Personel Komisi II Anugerah Beggie Chandra Gobel, mempertanyakan sosialisasi Perda Nomor: 9 tahun 2016 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) yang dinilainya belum disosialisasikan ke masyarakat.

“Pemkot (Instansi terkait) jangan sewenang-wenang dan mengatasnamakan Perda kemudian seenaknya menertibkan. Apakah Perda tentang Trantibum sudah disosialisasikan?, karena banyak masyarakat yang belum tahun soal Perda ini,” ujarnya.

Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Kota Kotamobagu Ishak Sugeha, menyebut Perda tentang Trantibum dibuat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di tempat umum.

“Perdanya tidak masalah, tinggal penegakkannya saja. Kita akan evaluasi lagi bagaiamana proses pelaksanaannya,” tegas Ishak.(me2t)

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.