Dandim Lebak Dicopot karena Libatkan Anggota FPI di Pelatihan Bela Negara

Dandim Lebak Dicopot karena Libatkan Anggota FPI di Pelatihan Bela Negara

BOLMORA, NASIONAL – Pelatihan bela negara yang melibatkan petinggi Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Lebak, rupanya menjadi penyebab sehingga Koman

Tim Kuasa Hukum Ahok Pertanyakan Laporan yang Dibuat Willyudin
Pemerintah Tak Lagi Mengandalkan SDA dalam Pembangunan Nasional
Pemerintah Pusat Kembali Buka Pintu Perekrutan CPNS

BOLMORA, NASIONAL – Pelatihan bela negara yang melibatkan petinggi Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Lebak, rupanya menjadi penyebab sehingga Komandan Daerah Militer (Dandim) 0603 Lebak Letkol Czi Ubaidillah dicopot dari jabatannya.

Kepala Dinas Penerangan Kodam III Siliwangi Kolonel ARH M Desi Ariyanto menegaskan, apa yang dilakukan Dandim tidak sesuai prosedur yang berlaku. Olehnya, proses pencopotan jabatan akan dilakukan selambat-lambatnya dua hari ke depan.

“Satu dua hari ini segera diproses, kalau dicopot sudah, penggantinya segera masuk. Sementara ini, yang bersangkutan tidak diberikan jabatan dulu,” kata Desi Aryanto, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (9/1/2016) pagi tadi.

Terkait siapa yang akan menggantikan Ubaidillah, Desi Aryanto belum mau membeberkannya.

Menurutnya, Pangdam Siliwangi akan memberikan penjelasan terkait hal ini setelah memimpin upacara sertijab Danrem 064 Serang yang akan digelar, Senin (9/1/2017) pagi ini, di Lapangan Alun-alun Barat Kota Serang.

Desi menyampaikan, kesalahan prosedur yang dilakukan Ubaidillah adalah tidak melaporkan kegiatan bela negara yang dilakukan pada 5-6 Januari lalu. Seharusnya, Dandim melapor kepada Komandan Komando Resort Militer (Danrem) dan selanjutnya kepada Panglima Kodam III Siliwangi.

“Yang dilakukan Dandim Lebak tidak mengikuti prosedur itu. Dalam hal ini juga tidak merlapor kepada Danrem dan Pangdam. Padahal, hal demikian tidak boleh terjadi di TNI, karena kami sudah jadi satu kata, satu komando,” jelasnya.

Latihan bela negara di bawah pimpinan Ubaidillah itu diikuti para santri yang berasal dari daerah Lebak. Salah satu pemimpin pondok pesantren yang mengikuti latihan itu adalah imam besar FPI di wilayah Lebak, termasuk beberapa orang anggota organisasi tersebut.

Dikatakan, latihan bela negara bukan baru kali ini dilakukan. Sebelumnya, pihaknya juga menggelar latihan tersebut, namun dilakukan sesuai prosedur dan diketahui para pimpinan.

“Latihan bela negara macam-macam bentuknya, yang kemarin memberikan ceramah tentang hukum, wawasan kebangsaan, diselingi outbond, bukan latihan ala militer,” urainya.

Sebelumnya, kabar mengenai latihan militer yang dilakukan TNI bersama FPI ramai diperbincangkan di media social (Medsos). Akun instagram @dpp_fpi juga mengirim sejumlah foto mengenai kegiatan tersebut. Dalam foto itu, terlihat latihan seperti melewati sungai dengan memanjat jaring tambang.

Tim BOLMORA.COM

COMMENTS