Inilah 7 Penyebab Mengapa Kuku Mudah Patah
BOLMORA, LIFESTYLE – Kamu mungkin nggak asing dengan istilah keratin. Yup, keratin merupakan lapisan protein yang membentuk kuku-kuku, baik di tangan maupun kaki kamu. Did you know? Sel kuku selalu mengalami pertumbuhan. Sel-sel kuku baru yang tumbuh di bawah kutikel bikin sel-sel kuku tua yang telah tumbuh sebelumnya menjadi semakin tebal dan keras.
Nah, kenyatannya nggak semua kuku memiliki kondisi yang sehat dan kuat. Sehingga, saat sel kuku baru muncul, kuku-kuku kamu kerap menjadi rapuh, lunak, dan mudah patah. Tapiii… Nggak perlu langsung panik. Hal ini wajar terjadi, namun tetap wajib diatasi. Why? Karena, selain bikin kuku kamu jadi terlihat buruk, hal ini juga dapat memengaruhi kesehatan kamu. Hmmm… Sebenarnya, apa sih yang bikin kuku kamu gampang patah? Let’s check this out!
- Kuku Kekurangan Zat Besi
Zat besi merupakan asupan utama yang sangat dibutuhkan oleh tulang, gigi, dan kuku untuk membuat bagian-bagian tubuh tersebut tetap kuat. Untuk itu, kalau kamu kekurangan zat besi, kuku pun menjadi rapuh dan gampang patah. Cara paling mudha untuk mencukupi asupan zat besi untuk tubuh kamu adalah dengan selalu mengkonsumsi sayur-sayuran hijau setiap hari.
2. Kuku Mengalami Clubbing Nails Syndrom
Kalau kamu pernah menemukan permukaan kuku kamu jadi cembung dan melengkung, bisa jadi kuku kamu sedang mengalami clubbing nails syndrom. Penyebab hal tersebut adalah kurangnya oksigen dalam jangka waktu panjang, khususnya di perifer jari-jari, sehingga pembuluh darah jadi ikut terdorong ke bagian kuku. Kebanyakan kasus ini merupakan tanda dari penyakit jantung, paru-paru, atau gangguan pencernaan.
3. Kuku Kekurangan Vitamin B
Zat lain yang punya peran besar dalam menguatkan kuku adalah Vitamin B. Jadi, kalau asupan Vitamin B dalam tubuh kamu nggak memadai, jangan heran kalau kuku-kuku kamu menjadi rapuh dan gampang patah. Seperti yang dikutip dalam Journal Cosmetic Dermatology, tubuh kita 2,5 mg Vitamin B setiap harinya.
4. Kamu Sedang Merasa Stres
FYI, kuku tangan tumbuh sepanjang 1 milimeter setiap minggunya. Jadi, untuk bisa tumbuh sempurnah hingga ke ujung atas kuku, butuh waktu sekitar enam bulan. Jika kamu merasa stres, pertumbuhan tersebut akan lebih cepat, namun kuku yang tumbuh nggak kuat seperti pada pertumbuhan kuku normal. Belum lagi, kalau stres, biasanya tanpa disadari kita akan menggigiti kuku. Jadi, kuku pun menjadi terkikis dan kuku baru yang tumbuh jadi lebih.
5. Terlalu Sering Mengetik
Hayooo ngaku, setiap hari tentu kamu menghabiskan cukup banyak waktu untuk main hape. Nah, kebiasaan ini juga memicu kuku menjadi cepat patah, lho! Apalagi, kalau kamu juga sering mengetik di komputer atau laptop. Karena mau nggak mau, kuku-kuku bergesekan dengan permukaan keyboard yang kasar. Tapi nggak mungkin kan kalau kamu menghindari aktivitas ini? So, sebaiknya mengetiklah secara perlahan dan kurangi penggunaan smartphone ya!
6. Terjadi Infeksi Bakteri dan Jamur
Jamur dan bakteri lebih banyak terdapat di kuku-kuku kaki. Salah satu sumber penghasil dua hal ini adalah kaos kaki dan sepatu yang bikin area kaki lembab. Kalau sudah begitu, kuku pun kena efeknya: infeksi jamur yang bikin kuku rapuh.
7. Penggunaan Zat Kimia Pada Kuku
Kalau kamu sering memakai kuteks di nail salon, biasanya kamu suka dikasih advice untuk perawatan lanjut supaya kuku-kuku kamu nggak gampang rapuh. Yup, zat kimia yang terkandung pada kuteks dan aseton bisa jadi penyebab kuku patah dan tetap rapuh setelah tumbuh. (supri)
Sumber : cosmogirl.co.id



